Bangka Tengah, SUARAKASUS.COM – Respons Kapolres Bangka Tengah atas konfirmasi awak media akhirnya muncul. Melalui pesan singkat, Kapolres menyampaikan.
“Terima kasih atas informasinya. Akan kami koordinasikan dengan Polsek, Pak. “Ucapannya.
Pernyataan tersebut terdengar normatif dan menenangkan di permukaan. Namun di balik itu, publik justru dihadapkan pada pertanyaan yang lebih mendasar: mengapa dugaan aktivitas gudang pembuatan arak ilegal di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, seolah telah berlangsung lama tanpa penindakan nyata? Rabu 6 Mai 2026.
Penelusuran di lapangan mengungkap sejumlah indikasi yang sulit diabaikan. Bangunan tertutup berpagar seng tinggi itu berdiri tanpa identitas usaha yang jelas. Aktivitas di dalamnya tertutup rapat, diperkuat dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik yang mengarah keluar area. Dari sekitar lokasi, aroma menyengat yang menyerupai bau fermentasi minuman keras kerap tercium, menguatkan dugaan adanya proses produksi arak dalam skala tertentu.
Lebih jauh, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas di gudang tersebut bukanlah hal baru. Sejumlah warga mengaku telah lama mengetahui adanya kegiatan mencurigakan di lokasi itu, bahkan diduga terjadi distribusi dalam jumlah besar ke wilayah lain. Jika hal ini benar, maka patut dipertanyakan bagaimana pengawasan bisa luput dalam kurun waktu yang tidak singkat.
Pernyataan “akan ditindaklanjuti” pun dinilai belum cukup menjawab keresahan masyarakat. Publik menunggu langkah konkret, bukan sekadar respons administratif yang berulang tanpa kejelasan hasil di lapangan. Ketegasan aparat penegak hukum kini benar-benar diuji dalam mengungkap dugaan praktik ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, beredar pula isu sensitif mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial ALF, yang disebut-sebut merupakan anggota TNI dari satuan Kodam. Namun kemunculannya memicu spekulasi di tengah publik mengenai kemungkinan adanya faktor yang memengaruhi lambannya penanganan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait langkah konkret penindakan. Awak media menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini. Masyarakat pun menanti, apakah janji tindak lanjut akan benar-benar diwujudkan, atau justru kembali menguap tanpa kepastian di tengah sorotan yang kian tajam. (Red*/AMR)



















