Bangka, SUARAKASUS.COM – Kondisi jalan raya penghubung Balunijuk menuju Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung kembali menjadi sorotan tajam publik. Proyek penambalan aspal yang dikerjakan oleh pihak Bina Marga PUPR kabupaten Bangka diduga belum genap satu tahun dua bulan, namun kini sudah mengalami kerusakan serius berupa lubang di sejumlah titik.
Pantauan di lapangan, Sabtu (21/03/2026) menunjukkan lubang-lubang menganga di badan jalan yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara. Risiko semakin tinggi pada malam hari dan saat hujan, ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terdeteksi.
Kondisi ini bahkan disebut telah memicu kecelakaan lalu lintas.
“Sudah dua kali terjadi kecelakaan di sini, rata-rata pengendara motor yang tidak sempat menghindari lubang, “ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga pun mulai mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, usia tambalan aspal yang masih tergolong baru seharusnya belum mengalami kerusakan signifikan.
“Kalau baru sebentar sudah rusak begini, kami jadi ragu dengan kualitas pengerjaannya. Ini menyangkut keselamatan banyak orang, “tambah warga lainnya.
Sorotan tidak hanya berhenti pada aspek teknis, tetapi juga merambah pada dugaan lemahnya pengawasan serta potensi penyalahgunaan anggaran. Publik menilai proyek yang cepat rusak seperti ini patut diaudit secara menyeluruh, termasuk transparansi nilai anggaran, spesifikasi pekerjaan, hingga pihak pelaksana di lapangan.
Selain membahayakan, kerusakan jalan ini turut mengganggu aktivitas harian masyarakat, mulai dari pelajar hingga pekerja yang bergantung pada akses tersebut.
Masyarakat mendesak Dinas PUPR Kabupaten Bangka untuk tidak sekadar melakukan tambal sulam ulang, tetapi melakukan perbaikan total disertai evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bina marga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
Minimnya transparansi dan cepatnya kerusakan proyek ini memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Jika tidak segera dibuka ke publik, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran infrastruktur dikhawatirkan akan semakin tergerus. (Red/*)
SADIMAN













